Li dài táo jiāng ~ Berikan pir, dapatkan peach (Sam Kok ~ 353BC)
Kuda Pengembara vs Kuda Perang Mongolia
Terdapatlah dua negara kecil yang terhampar di luasnya padang rumput dataran China, sebut saja negara Kaya dan negara Gembara. Kaya adalah negara berkelebihan, ternaknya banyak dan gemuk, sungainya menghasilkan ikan, hutannya menghasilkan buah yang melimpah. Sementara Gembara adalah negara yang penuh perjuangan, hasil tanahnya hanya umbi-umbian, ternaknya kurang makan dan mereka mempertahankan hidup dengan berpidah-pindah ladang. Walau hidup serba keras dan pas pasan, penduduk Gembara mempunyai sikap gotong-royong yang kuat. Suatu hari di pagi-pagi menjelang fajar di negri Gembara, sekelompok petani mencangkul ladang yang baru dibuka oleh Raja. Sinar surya mulai menyembul dari balik bukit dan menerpa tanah cangkulan mereka. * www.pamrich.com ”Eh… kenapa ada titik-titik kemerlap di tanah ini ya ?” celetuk seorang petani, ”Eh…. di sini juga sama, apa ini”? Segera berita itu disampaikan kepada sang raja. Setelah diteliti ternyata, tanah galian itu mengandung emas. ”Wah, ini merupakan berkah dari Tuhan. Kita harus melakukan sembahyang besar sebagai rasa syukur kita.” Maka sembahyang besarpun digelar, rakyatpun bersukacita. Berita syukuran besar sampai ke telinga Raja Kaya. Timbul niatnya untuk meminta bagian, karena sebelumnya Kaya dan Gembara adalah satu kerajaan yang berasal dari satu leluhur, sementara lokasi emas itu berada di dekat perbatasan negri Kaya. Negri Kaya mengirim utusannya untuk membicarakan hal ini kepada Raja Gembara. Kondisi semakin memanas, karena pertemuan demi pertemuan digelar tanpa hasil keputusan. Untuk menghindari peperangan, maka kedua raja sepakat untuk mengelar pertandingan berkuda yang diikuti oleh 3 joki dengan kuda terbaik masing-masing negri. Pemenangnya merupakan penentu negara mana yang menjadi pemilik mutlak ladang emas tersebut. * www.pamrich.com 3 joki terbaik di Negri Gembara merupakan hal yang mudah, tetapi 3 kuda terbaik merupakan hal yang sangat sulit. Melalui seleksi yang ketat akhirnya hanya didapat 3 ekor kuda berikut Kuat; Sedang dan Lemah. Sementara Negri Kaya siap bertanding dengan kuda terbaiknya Kuat ; Sedang ; Sedang. Sungguh perbandingan kekuatan yang timpang. Kaya mempunyai dua Sedang dan satu Kuat, semuanya kuda perang Mongolia yang berwarna hitam, sementara kuda-kuda Gembara hanyalah kuda-kuda putih pemburu biasa, kasat mata Gembara harus kalah dan memberikan ladang emasnya. ”Dibalik kekuatan ada kelemahan, dibalik kelemahan ada kekuatan, kita susun formasi sebagai berikut”, kata sang jendral Gembara di depan sang raja, seraya menugaskan beberapa orang kepercayaanya untuk mengetahui kekuatan tanding kuda Kaya. * Negri Kaya Negri Gembara
- Kuat Lemah
- Sedang Kuat
- Sedang Sedang + Joki Kuat Terbaik
Pertandingan balap kuda dimulai, babak pertama Kaya menampilkan kuda Hitam Kuat dan Gembara menampilkan kuda Putih Lemah. Pertandingan berlangsung cepat Hitam Kuat hanya memerlukan setengah waktu yang ditetapkan untuk memenangkan pertandingan. Babak kedua, tampil Hitam Sedang dan Putih Kuat, pertandingan berlangsung seru dan akhirnya dimenangkan oleh Gembara dengan kuda Putih Kuatnya. Babak ketiga, tampil Hitam Sedang dan Putih Sedang, pertandingan berlangsung seru sekali dengan kekuatan yang hampir berimbang. Akhirnya dengan perjuangan yang keras Putih Sedang keluar sebagai pemenang dalam babak ketiga ini, karena keahlian Joki terbaik negri Gembara yang mengendalikan kuda Putih Sedang ini. Gembara menang mutlak dengan 2 : 1, sungguh diluar perkiraan dan Raja Kaya pun harus melupakan permintaan haknya atas ladang emas yang diketemukan. Raja Gembara dengan arif menggunakan hasil ladang emas itu sepenuhnya untuk kemakmuran negrinya. Pembaca yang budiman Pesan moral strategi ini. Dengan mengetahui kemampuan lawan, strategi yang tepat di waktu yang tepat dan kerja keras akan memastikan kita keluar sebagai pemenang. Gembara mengorbankan satu babak untuk menyelematkan seluruh pertandingan, ditambah semangat dan kerja keras para jokinya Gembara keluar sebagai pemenang. Kisah asli terjadi pada jaman Sam Kok, saat Jendral Sun Bin kembali mempertahankan serangan terhadap Wei. Sun Bin mengorbankan armada lemahnya untuk menganjal dan menghabiskan tenaga musuh kuatnya. Selanjutnya armada kuat dan sedangnya masing-masing menghadapi dua armada musuh yang tersisa dan akhirnya bergabung untuk menghancurkan musuh yang tersisa. Riduan Goh ~ Wealth is Mine Nantikan Strategy #12. 順手牽羊 Shùn shǒu qiān yáng